Home / Buletin Militer / Data cetak sawah Ditziad TA. 2017

Data cetak sawah Ditziad TA. 2017

Kementerian Pertanian telah bekerjasama dengan TNI AD dalam pelaksanaan cetak sawah sejak tahun 2015 hingga saat ini dan masih akan terus diperpanjang mengingat hasil positif yang telah dicapai melalui sinergitas tersebut.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan hasil yang dicapai oleh Kementan naik semenjak bekerjasama dengan TNI AD. Kenaikan tersebut juga dinilai sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah.

Sebagai informasi, kenaikan hasil cetak sawah biasanya hanya sebesar 10%. Sebab sebelum menggandeng TNI AD, realisasi cetak sawah hanya sebesar 24-26 ribu hektar dan maksimal 50 ribu hektar per tahunnya.

Kini, hasil cetak sawah yang dievaluasi per 31 Oktober 2017 sebanyak 126.437 hektare (ha) telah dimanfaatkan.

“Jadi kita lakukan sinergi dengan TNI dan yang terpenting adalah hasil yang dicapai. Hasil cetak sawah naik 400% dan itu kenaikan tertinggi sepanjang sejarah pertanian,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Senin (6/11/2017).

Lebih lanjut ia memaparkan kenaikan ini juga terlihat dari kondisi sembako di Indonesia. Di mana beberapa sembako tidak dilakukan impor dan memiliki harga yang stabil.

Amran memberi contoh stok jagung yang biasanya diimpor sebanyak 3,6 juta ton dengan nilai Rp 12 triliun kini sudah tidak lagi.

“Kita hari ini nggak ada impor jagung dan kami baru tiba dari luar negeri dan beberapa negara ingin belajar di Indonesia terkait hal ini. Dulu impor 3,6 juta ton senilai Rp 12 triliun sekarang enggak ada,” jelas Amran.

“Bawang juga kita biasanya impor dari Thailand, hari ini kita malah ekspor ke 6 negara. Kemudian cabai yang kita tahu harganya dulu sekarang sudah stabil. Beras juga Alhamdulillah hari ini enggak ada impor,” pungkas Amran.


Zeni TNI AD

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Mulyono mengatakan, keterlibatan TNI dalam mencetak sawah sesuai dengan aturan Undang-Undang nomor 34 tahun 2004, khususnya terkait tugas Operasi Militer Selain Perang.

“Kegiatan kita melaksanakan pendampingan dengan Kementan. Hal ini sesuai dengan UU TNI nomor 34 di dalamnya ada tugas operasi militer selain perang. Nah ada 14 tugas yang harus saya lakukan dalam tugas operasi militer selain perang. Salah satu tugasnya yaitu membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan,” terang Jenderal TNI Mulyono di Kementerian Pertanian.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pasukan yang ditugaskan untuk mencetak sawah adalah dari kesatuan Zeni.

“Satuan yang memiliki tugas cetak sawah seperti dinas Zeni TNI AD itu salah satu kemampuannya adalah konstruksi dalam cetak sawah. Jadi saya kerahkan terkait itu,” tutur Jenderal TNI Mulyono.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad) merupakan satuan yang memiliki peran dan fungsi teknis untuk melaksanakan kegiatan cetak sawah seperti yang diamanatkan oleh Jenderal TNI Mulyono.

Adapun Data cetak sawah Ditziad T.A. 2017 sebagai berikut:

  1. Prov. Kepri total luas 378 Ha meliputi 1 kab Lingga
  2. Prov. Sumatera selatan total luas 9.497 Ha terdiri 4 Kab.
    1. Kab. OKI
    2. Kab. Ogan Ilir
    3. Kab. OKU Timur
    4. Kab. Pali
  3. Prov. Jambi total luas 832 Ha terdiri 3 Kab.
    1. Kab. Batanghari
    2. Kab. Tanjung Jabung Barat
    3. Kab. Sarolangun
  4. Prov. Bangka Belitung total luas 1.698 Ha terdiri 2 Kab
    1. Kab. Bangka Selatan
    2. Kab. Bangka Tengah
  5. Prov. Bengkulu total luas 357 Ha terdiri 1 Kab. Muko Muko
  6. Prov. Lampung total luas 5.935 Ha terdiri dari 4 Kab
    1. Kab. Lampung Tengah
    2. Kab. Tulang Bawang
    3. Kab. Mesuji
    4. Kab. Way Kanan
  7. Prov. Kalimantan Timur total luas 1.000. Ha terdiri 1 Kab. Paser
  8. Prov. Kalimantan Utara total luas 212 Ha terdirk dari 1 Kab. Mainau
  9. Prov. Kalimantan Barat total luas 4.200 Ha terdiri dari 5 Kab.
    1. Kab. Landak
    2. Kab. Bengkayang
    3. Kab. Sanggau
    4. Kab. Sintang
    5. Kab. Kapuas Hulu
  10. Prov. Kalimantan Tengah total luas 3.000 Ha terdiri dari 3 Kab.
    1. Kab. Kapuas
    2. Kab. Barito Timur
    3. Kab. Seruyan
  11. Prov. Sulawesi Tenggara total luas 1.744 Ha terdiri dari 6 Kab.
    1. Kab. Buton
    2. Kab. Bombana
    3. Kab. Muna
    4. Kab. Muna Barat
    5. Kab. Konawe Utara
    6. Kab. Kolaka Timur
  12. Prov. Sulawesi Utara total luas 1.500 Ha terdiri dari 3 Kab.
    1. Kab. Bolmong
    2. Kab. Bolmong Selatan
    3. Kab. Bolmong Timur
  13. Prov. Prov. Sulawesi Tengah total luas 2.511 terdiri dari 7 Kab.
    1. Kab. Donggala
    2. Kab. Tojo una una
    3. Kab. Banggai
    4. Kab. Morowali utara
    5. Kab. Poso
    6. Kab. Toli toli
    7. Kab. Buol
  14. Prov. Papua total luas 2.000 Ha trdiri 1 Kab. Merauke : Total luas. 34. 864 Ha.

About admin